WA : 0851 0286 2358

Kamis, 04 Januari 2018

Dinamis komputer jogjatronik - Dasar Dasar Menentukan IP Address

Berselancar di dunia maya sungguh mengasyikkan, banyak sekali informasi bisa kita peroleh dengan mudah. Tidak hanya informasi di dalam negeri sendiri, bahkan gosip di luar negeri pun kita bisa ketahui tanpa perjuangan yang sulit. Jalinan komunikasi jarak jauh pun menjadi semakin menyenangkan, tak hanya sebatas berbicara melalui perangkat telepon, namun dengan dunia internet kita bisa melaksanakan video conference seakan melihat pribadi ke lawan berbicara.

Namun tahukah kau bagaimana sistem kerja internet tersebut? Personal Computer (PC)/ Laptop sanggup terhubung dengan internet melalui seperangkat jaringan di mana masing-masing perangkat tersebut harus mempunyai identitas yang unik sehingga sanggup dikenali di dalam sistem jaringan. Identitas tersebutlah yang disebut dengan IP Address. Seluruh perangkat yang terhubung dengan jaringan mempunyai IP Address yang mustahil sama satu dengan yang lainnya.

Apakah itu IP Address dan bagaimanakah menentukannya hingga sanggup berbeda-beda satu dengan yang lainnya? Marilah kita simak klarifikasi berikut:

PENGERTIAN IP ADDRESS

IP Address ialah alamat identifikasi komputer/host/perangkat yang terhubung dalam jaringan, berlabel numerik, terdiri dari 32 bit angka biner yang ditulis dalam 4 bilangan desimal dan dipisahkan dengan tanda titik (.), mulai dari 0.0.0.1 hingga dengan 255.255.255.255. 

IP address terdiri dari 2 bab yang menjadi fungsi dasarnya, yaitu:
Host ID sebagai alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan
Kita bisa memakai analogi nama orang yang menempel pada masing-masing individu yang berfungsi untuk mengenali siapa orang tersebut. Begitulah fungsinya host ID yaitu sebagai identitas host untuk mengenali host yang terhubung pada jaringan tersebut.
Network ID sebagai alamat lokasi jaringan
Kita bisa memakai analogi alamat rumah yang menawarkan keberadaan lokasi kita. Untuk memudahkan pengiriman paket data, maka IP address memuat informasi keberadaannya. Ada rute yang harus dilalui biar data sanggup hingga ke komputer yang dituju.

KELAS IP ADDRESS

Tingginya pertumbuhan jumlah komputer yang terkoneksi ke internet menyebabkan kebutuhan IP Adress pun meningkat. Untuk mempermudah proses pembagiannya, IP address harus dikelompokan ke dalam kelas-kelas sehingga IP address bisa mengidentifikasi banyak anggota jaringan.

IP address dibagi ke dalam kelas-kelas yang dibedakan menurut network ID dan host ID. Network ID ialah bab dari IP address yang menawarkan lokasi jaringan komputer tersebut berada. Sedangkan host ID menawarkan seluruh host TCP/IP yang lain dalam jaringan tersebut. Perbedaan pada tiap kelas tersebut ialah ukuran dan jumlahnya.

Kelas A
IP Address yang terdiri dari 8 bit untuk network ID dan 24 bit untuk host ID, sehingga IP Address kelas A ini dipakai untuk jaringan dengan jumlah host sangat besar.
Rentang IP: 1.x.x.x – 126.x.x.x
Contoh: 10.1.1.52
Angka 10 berada dalam rentang 0 – 127, sehingga termasuk dalam kelas A.

Kelas B
IP Address yang terdiri dari 16 bit untuk network ID dan 16 bis untuk host ID, sehingga IP address kelas B dipakai untuk jaringan dengan jumlah host tidak terlalu besar.
Rentang IP: 128.1.x.x – 191.255.x.x
Contoh: 160.161.76.13
Angka 160 berada dalam rentang 128 – 191, sehingga termasuk dalam kelas B

Kelas C
IP Address yang terdiri dari 24 bit untuk nework ID dan sisanya 8 bit untuk host ID, sehingga IP address kelas C dipakai untuk jaringan berukuran kecil. Kelas C biasanya dipakai untuk jaringan Local Area Network atau LAN.
Rentang IP: 192.0.0.x – 223.255.255.x
Contoh: 193.10.20.25
Angka 193 berada dalam rentang 192 – 223, sehingga termasuk dalam kelas C.

Selain ketiga kelas IP Address di atas, terdapat pula kelas IP Address D dan E, namun kedua kelas ini tidak dipakai untuk alokasi IP secara normal tetapi dipakai untuk IP multicasting dan untuk eksperimental. Oktat pertama untuk IP Address Kelas D berada pada range 224 – 239 dan untuk IP Address Kelas E berada pada range 240 – 255.

Lalu apakah yang disebut dengan IP Private dan IP Public? Berikut penjelasannya:
IP Private

IP Private ialah IP yang biasanya dipakai dalam jaringan yang tidak terhubung ke internet atau bisa juga terhubung ke internet tapi melalui NAT. Untuk menghubungkan dua jaringan pribadi/private dimungkinkan dengan pinjaman router atau perangkat serupa yang mendukung Network Address Translation.

Alamat IP Private/Pribadi biasa dipakai untuk jaringan pribadi ibarat rumah, sekolah dan LAN bisnis di bandara dan hotel yang memungkinkan komputer dalam jaringan untuk berkomunikasi satu sama lain. IP ini dipakai atau dibentuk sendiri oleh adminstrator untuk mempermudah pengaturan IP di setiap komputer tanpa harus meregistrasi setiap IP pada komputer tersebut.

Internet Assigned Numbers Authority (IANA) telah mereservd tiga blok berikut ruang alamat IP untuk jaringan pribadi (jaringan lokal):
Kelas A : 10.0.0.0 – 10.255.255.255 (Total Addresses: 16,777,216)
Kelas B : 172.16.0.0 – 172.31.255.255 (Total Addresses: 1,048,576)
Kelas C: 192.168.0.0 – 192.168.255.0 (Total Addresses: 65,536)

Contoh penggunaan IP Private ialah  jika jaringan X terdiri dari 10 komputer masing-masing sanggup diberikan IP mulai dari 192.168.1.1 ke 192.168.1.10.

IP Publik

IP publik ialah IP Address yang dipakai untuk lingkup internet, di mana pada ketika penggunaannya harus diregistrasikan terlebih dahulu (ke tubuh penyalur IP address biar tidak terjadi bentrokan IP Address) alasannya ialah IP Address ini dikenali oleh jaringan internet di seluruh dunia melewati router-routernya. Alamat-alamat ini telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang memakai alamat yang sama) jikalau jaringan tersebut telah terhubung ke Internet.

IP publik sanggup berupa statis atau dinamis. IP publik yang bersifat statis artinya IP tersebut tidak sanggup berubah dan biasanya dipakai terutama untuk hosting halaman Web atau layanan di Internet. Sedangkan IP yang bersifat dinamis, artinya IP tersebut sanggup berubah dan alamat IP tersebut dipilih dari sebuh pool yang tersedia. Perubahan masing-masing terjadi satu kali untuk menghubungkan ke internet yaitu ketika terjadi disconnected (jaringan terputus), maka ketika menghubungkannya kembali ke internet, otomatis akan menerima IP baru.

Contoh IP Public ialah jalan masuk Speedy modem yang merupakan IP Public 125.126.0.1

Tabel 1. Perbandingan Kelas IP Address


Apa maksud tabel di atas? Mari kita pribadi pada dua buah teladan soal berikut:
160.161.76.13/19
Jawab:
Kelas B alasannya ialah angka pertama bernilai 160 (Lihat pada tabel diagram oktat pertama).
Network bits = 19 (terdapat pada soal)
Host bits = 32 – 19 = 13
32 merupakan total host bits, sedangkan 19 merupakan jumlah network bits.
Jumlah Host : 2n – 2 = 213 – 2 = 8190
Subnet mask, jikalau dilihat pada tabel, dengan network bits 19, maka berada pada oktet 3 dan jikalau ditarik garis lurus ke bawah, maka diperoleh nilai subnet masknya ialah 224. Sehingga subnet masknya ialah 255.255.224.0.
Subnet mask berfungsi untuk memisahkan network ID dengan host ID. Subnet mask diharapkan oleh TCP/IP untuk menentukan, apakah jaringan yang dimaksud ialah jaringan lokal atau nonlokal. Untuk jaringan Nonlokal berarti TCP/IP harus mengirimkan paket data melalui sebuah Router.
Maka IP yang diperoleh adalah:
160.161.64.0/19 à network address
Kenapa nilainya 64? Jika dilihat pada tabel, dengan network bit 19, maka diperoleh interval 32, maka untuk memperoleh nilai IP Address host yang available dari IP pada soal, dicari kelipatan 32 yang kurang dari nilai 76 (soal), hingga diperoleh nilai 64.
160.161.95.255/19 à broadcast address
Kenapa nilainya 95? Untuk mencari broadcast address dari host yang available, maka carilah nilai kelipatan 32 yang nilainya di atas 76 (soal), maka diperoleh nilai 96. Rumus broadcast address adalaha n – 1, sehingga broadcast address yang diperoleh ialah 160.161.95.255/19.
Host IP Address yang available untuk IP di atas adalah
160.161.64.1/19 --- 160.161.95.254/19

Sebagai network engineer Anda diminta untuk menciptakan disain jaringan dengan kebutuhan jaringan sebagai berikut: 3 departemen yang terdiri dari 20 host, 500 host, dan 28 host.
Jawab:
Pertama, tentukan terlebih dahulu kelas dari jumlah host terbesar, yaitu 500 host. Berdasarkan tabel di atas, dengan jumlah kebutuhan host 500, maka kebutuhan host tersebut masuk sanggup masuk dalam kelas A ataupun kelas B.
Maka IP Private untuk kelas B adalah: 172.16.0.0/16 (lihat kembali IP Private untuk kelas B dan jumlah network bitnya)
Berapakah range host yang available sesuai kebutuhan host?
Untuk host 500:
172.16.0.0/23 --- 172.16.2.0/23
Angka 23 diperoleh dari rumus 2n di mana nilainya harus minimal 500 untuk memenuhi kebutuhan host sebanyak 500 yaitu 29 = 512 (diperoleh nilai lebih dari 500), sehingga 32 – 9 = 23 (32 ialah total bits).
Angka 2 diperoleh dari interval nilai oktet 23, yaitu kelipatan 2.
Untuk host 28:
172.16.4.0/27
Angka 27 diperoleh dari rumus 2n di mana nilainya harus minimal 28. Dari tabel di atas terlihat bahwa 25 = 32, maka 32 – 5 = 27.
Angka 4 diperoleh dari interval oktet 3 dengan nilai 23, alasannya ialah kebutuhan network ini masih di satu perusahaan, maka host IP Address masih melanjutkan dari host sebelumnya.
Untuk host 20:
172.16.4.32/27
Angka 32 diperoleh dari interval oktet ke 4 dari nilai 27.
Untuk menghubungkan host tersebut maka dibutuhkan 2 buah router dan dibutuhkan pula host IP Address untuk dua router tersebut, yaitu:
172.16.4.64/30
Angka 64 diperoleh dari kelipatan 32 yang merupakan lanjutan dari host sebelumnya, sedangkan nilai 30 merupakan network bits untuk perangkat router.

Sumber https://kendarikomputer.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Jual baterai laptop di yogyakarta , lengkap, ramah, terpercaya 0851 0286 2358

Jual baterai laptop di yogyakarta 0851 0286 2358 – kota yogyakarta, daerah istimewa yogyakarta, kabupaten sleman, tamsis kota, jogj...